Kebun Binatang Ueno menampung sekitar 300 spesies dan 3.100 hewan. Dari tahun fiskal 2010 (Heisei 22) hingga tahun fiskal 2019 (Reiwa 1), rata-rata total jumlah pengunjung tahunan ke Kebun Binatang Ueno selama periode 10 tahun adalah 3,91 juta. Kebun binatang ini buka sekitar 320 hari dalam setahun, dan rata-rata, 12.000 orang berkunjung setiap hari.
Luas total Kebun Binatang Ueno, termasuk Taman Timur dan Barat, hanya 144.000 meter persegi, yang tidak terlalu besar. Akibatnya, kebun binatang ini menjadi salah satu kebun binatang terpadat di dunia. Untuk memanfaatkan lahannya secara efektif, Kebun Binatang Ueno menerapkan berbagai strategi, seperti pameran kompleks yang menggabungkan berbagai fasilitas pameran dan pameran campuran yang menampung dan menampilkan berbagai spesies hewan dalam satu fasilitas.
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak kebun binatang di seluruh dunia telah berupaya meningkatkan kualitas hidup hewan-hewan yang tinggal di sana. Istilah kunci yang digunakan dalam upaya ini adalah "kesejahteraan hewan," yang merujuk pada bagaimana hewan-hewan tersebut mengatasi kondisi hidup mereka.
Sederhananya, kesejahteraan hewan melibatkan evaluasi dan verifikasi ilmiah terhadap kehidupan hewan di berbagai bidang untuk meningkatkan kondisi mereka. Lima bidang kesejahteraan hewan tersebut adalah "nutrisi," "lingkungan," "kesehatan fisik," "perilaku," dan "kesehatan mental." Hal ini melibatkan analisis dan evaluasi apakah kondisi hewan yang dipelihara berada dalam keadaan positif atau negatif di setiap bidang, dan kemudian berupaya untuk memperbaikinya menuju keadaan yang positif.
Berbeda dengan kehidupan mereka di alam liar, hewan yang hidup di kebun binatang jarang kelaparan. Di sisi lain, kehidupan di ruang terbatas dapat menjadi monoton, yang menyebabkan kurangnya olahraga, obesitas, dan kurangnya aktivitas. Oleh karena itu, Kebun Binatang Ueno berusaha untuk memperkaya lingkungan dengan memasang peralatan bermain di kandang untuk mengurangi kurangnya olahraga dan memungkinkan hewan untuk menjelajahi kandang mereka dan mendapatkan makanan favorit mereka. Selain itu, untuk beberapa spesies hewan, dilakukan "pelatihan pemeliharaan" (pelatihan untuk mendorong hewan melakukan tindakan spontan untuk tujuan perawatan hewan yang sehat dan pekerjaan yang aman bagi manusia), yang juga digunakan untuk manajemen kesehatan, seperti mengamati gigi dan mengambil sampel darah (silakan lihat juga seri "
Tantangan Tanpa Akhir [1] Pembiakan Panda Raksasa (2)").
[Video] Pelatihan Peternakan Xiang Xiang (Juni 2019)Penting untuk mengembangkan sistem evaluasi dan verifikasi kesejahteraan hewan, yang meliputi survei dan penilaian kondisi hidup hewan secara berkala, mempertimbangkan langkah-langkah perbaikan berdasarkan penilaian tersebut, dan menerapkannya. Kami akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan hewan agar kehidupan hewan-hewan yang dipelihara di Kebun Binatang Ueno dapat seoptimal mungkin.
Direktur Kebun Binatang Ueno
Toyo Fukuda
Artikel terkait
"
Tantangan Tak Berujung [1] Pembiakan Panda Raksasa (1)” (26 Mei 2017)
"
Tantangan Tak Berujung [1] Pembiakan Panda Raksasa (2)” (7 Juli 2017)
"
Tantangan Tak Berujung [1] Pembiakan Panda Raksasa (3)” (31 Juli 2017)
"
Tantangan Tak Berujung [2] Renovasi Kebun Binatang Anak-Anak” (6 Agustus 2017)
"
Tantangan Tak Berujung [3] Pembiakan Gajah Asia” (21 Januari 2021)
"
Tantangan Tak Berujung [4] Konservasi Burung Ptarmigan Batu, Burung Dewa” (30 Januari 2021)
"
Tantangan Tanpa Akhir [5] Kembalinya Amur Jay” (6 Februari 2021)
"
Tantangan Tanpa Akhir [6] Perkembangan Baru dalam Program Penjangkauan Pendidikan” (21 Februari 2021)
"
Tantangan Tanpa Akhir [7] Membuat "Hutan Panda"” (8 Maret 2021)
"
Tantangan Tak Berujung [8] Mengawasi Keluarga Gorila” (28 Maret 2021)
"
Tantangan Tak Berujung [9] Melindungi Kesehatan Hewan” (8 April 2021)
(20 Mei 2021)