Menurut Asosiasi Konservasi Satwa Liar Tiongkok, terdapat 1.864 panda raksasa di alam liar dan 464 di penangkaran, dengan total 2.328 individu. Sebagian besar berada di Tiongkok, sementara 54 ekor dipelihara di 19 fasilitas di 14 negara lain. Meskipun populasi panda raksasa meningkat, kekhawatiran akan kepunahan mereka tetap ada.
Pengembangbiakan panda raksasa di kebun binatang dianggap sangat sulit. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk pentingnya kompatibilitas antara jantan dan betina untuk perkawinan, keberadaan kehamilan semu, dan fakta bahwa bayi yang baru lahir sangat kecil dan memiliki tingkat kematian yang tinggi. Sebagai respons terhadap tantangan ini, teknologi seperti inseminasi buatan dan teknik untuk mendukung induk dalam membesarkan anaknya telah dikembangkan dan diterapkan pada pengembangbiakan panda raksasa.
Kebun Binatang Ueno juga mendukung induk Shin Shin untuk memastikan proses pengasuhan anaknya berjalan lancar. Ini termasuk menciptakan lingkungan yang tenang untuk menyusui, memijat payudaranya, mengingatkan Shin Shin untuk berhati-hati agar tidak mencekik anaknya, dan memberinya air dan rebung. Mereka juga secara teratur memisahkan anak kanguru dari Shin Shin untuk pemeriksaan fisik guna menilai secara akurat kesehatan ibu dan anak.
Selain itu, berbagai perangkat dan teknologi digunakan sepanjang kehamilan, termasuk pengukuran metabolit hormon dalam urin, suplemen, kamera sensitivitas tinggi, susu formula buatan, dan inkubator.
Sumber informasi yang paling dapat diandalkan adalah catatan perkembangbiakan yang ditinggalkan oleh para penjaga kebun binatang senior. Jurnal harian terperinci, yang mencatat setiap kejadian, kini telah mencapai volume ke-157. Jurnal tersebut berisi catatan lengkap selama 45 tahun perawatan panda raksasa di Kebun Binatang Ueno. Halaman pertama jurnal pertama berbunyi, "28 Oktober 1972 (Sabtu) Berawan, Kankan, Ranran, 18:50 Tiba dengan selamat di Haneda, 20:30 Tiba di kebun binatang..." Tantangan Kebun Binatang Ueno dimulai pada saat ini, dan bahkan hingga sekarang, dukungan 24 jam untuk pengasuhan anak Shin Shin terus berlanjut.
Ngomong-ngomong, proyek untuk memperkenalkan kembali panda raksasa ke alam liar dimulai di Tiongkok pada tahun 2003. Pada tahun 2006, upaya dilakukan untuk mengembalikan panda raksasa ke alam liar. Pengenalan kembali ke alam liar adalah proyek besar yang melibatkan upaya terkoordinasi antara konservasi di dalam habitat panda dan konservasi di luar habitatnya, termasuk di kebun binatang. Beberapa dari Anda mungkin pernah melihatnya di berita, tetapi pemandangan penjaga kebun binatang di Tiongkok yang mengenakan kostum panda raksasa saat menjalankan tugas mereka mungkin tampak sedikit lucu.
Namun, ada banyak tantangan teknis yang harus diatasi untuk membesarkan individu-individu yang akan dilepasliarkan kembali ke alam. Dan upaya tak kenal lelah kami terus berlanjut, karena kami bermimpi bahwa suatu hari nanti seekor panda raksasa yang lahir di Kebun Binatang Ueno akan berkontribusi pada program reintroduksi ke alam liar di Tiongkok.